Selasa, 13 Juni 2017

Mengetahui Cara Penghitungan Obesitas dan Penyebabnya


Mengetahui Cara Penghitungan Obesitas dan Penyebabnya

Dewasa ini banyak sekali penyakit yang muncul salah satunya disebabkan oleh obesitas. Obesitas atau kelebihan berat badan adalah dua istilah yang berbeda. kelebihan berat badan (overweight) adalah kondisi berat badan yang melebihi berat normal pada umumya. Sementara obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi peneumpukan lemak tubuh yang berlebihan sehingga berat badan jauh diatas normal.  Namun tetap saja keduanya sangat berpengaruh pada kelangsugan kesehatan tubuh manusia.




Obesitas sendiri di Indonesia dilaporkan mencapai 40 juta orang dari kalangan dewasa dan indonesia juga masuk ke perigkat 10 terdaftar sebagai negara-negara dengan tingkat obesitas atau kelebihan berat badan terbayak didunia.
Kelebihan berat badan dapat ditentukan dengan perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT). Cara perhitungannya adalah berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter.
Rentang : 
18,5 - 24,9 Kg/m2 = IMT yang sehat
25,0 - 29,9 Kg/m2 = Overweight
30,0 - 34,9 Kg/m2 = Obesitas Kelas I
35,0 - 39,9 Kg/m2 = Obesitas kelas II
Diatas 40 Kg/m2   = Obesitas kelas III

Namun IMT tidak bisa digunakan untuk menghitung persen lemak tubuh. Nah, persen tubuh ini dapat di ukur menggunakan alat yang dinamakan body fat analyzer atau pengukur kadar lemak. Cara penggunaanya cukup mudah. Cukup nyalakan alat dan masukan data tinggi badan anda dan usia anda. Setelah itu pegang alat tersebut, maka kadar lemak dalam tubuh akan muncul dilayar.
Penyebaran lemak tubuh pada wanita dan laki-laki itu berbeda. Jadi, klasifikasi persen lemak tubuh antara laki-laki dan wanita berbeda. Dalam keadaan normal, lemak tubuh sebanyak 15-20% dari berat badan terdapat pada usia remaja, sedangkan perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan pada pria sekitar 18-23%. Peningkatan jumlah lemak tubuh pada pria dewasa tua (> 30 tahun), bisa mencapai 27% dari berat badan. Dengan semakin meningkatnya usia, persentase lemak tubuh pada laki-laki awalnya meningkat yaitu diawali usia 20 tahun hingga usia berkisar 50-60 tahun dan kemudian menurun setelah usia 80 tahun. Namun jika jumlah lemak tubuh telah mencapai 20% atau lebih dari total berat badan pria dewasa maka keadaan ini dapat dikatakan obesitas.


Penelitian terbaru menunjukan bahwa dalam beberapa kasus faktor genetik tertentu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme lemak yang memicu obesitas. Meskipun genetik dapat meyebabkan penambahan berat badan yang berujung pada obesitas, namun bukan menjadi penyebab utama. Seperti faktor lingkungan, gaya hidup, kurang melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu panjang juga memiliki pengaruh besar terhadap resiko seseorang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu faktor yang dapat menyebabkan obesitas adalah faktor psiologi, seperti rasa rendah diri, stres, emosiaonal, trauma atau rasa bersalah yang dapat meyebabkan makan berlebihan  sebagai sarana untuk mengatasi masalah.

Ketahui apakah berat badan Anda sudah mulai berlebih dengan cara menghitung berat badan dan kadar lemak anda sediri dirumah atau memeriksakan diri ke dokter. Dengan berat badan normal, risiko penyakit akan menjadi menurun dan kualitas hidup Anda dapat tetap maksimal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar